Rabu, Mei 02, 2012


SEKOLAH TINGGI ILMU AL-QUR'AN (STIQ) AN-NUR telah membuka pendaftaran mahasiswa/i baru Tahun Ajaran 2012 - 2013

Pendaftaran dibagi menjadi 3 gelombang, yaitu:

  1. Gelombang I: 2 April - 31 Mei 2012, Tes masuk: 2 Juni 2012
  2. Gelombang II: 5 Juni - 5 Juli 2012, Tes masuk: 6 Juli 2012
  3. Gelonbang III: 9 Juli - 31 Juli 2012, Tes masuk: 1 Agustus 2012

STIQ An-Nur memberikan beasiswa pendidikan, terbagi dalam 3 kategori, yaitu:

  1. Mahasiswa Hafal al-Qur'an 30 Juz: gratis SPP 4 Semester
  2. Mahasiswa rangking 1 dan 2 di sekolah asal: gratis SPP 2 semester
  3. Pernah menjuarai lomba keislaman minimal tingkat kabupaten: gratis SPP 2 Semester

Info selengkapnya bisa dibaca di www.stiq.ac.id

Baca Selengkapnya ...

Selasa, Agustus 26, 2008

Indahnya Hidup Rukun

Hari ini tadi ada hal yang sangat menarik perhatianku. Saat di Metro Anfaq, pulang dari Madinat Nasr, meluncur menuju Helwan permai, aku dapati hal indah yang sangat terkesan. Duduk di sampingku seorang ibu dengan anak kecil perempuan. Nampaknya seorang ibu ini bukanlah muslimah, soalnya ia tak memakai kerudung dan aku perhatikan di tangannya ada sebuah tato salib khas Mesir. Pada saat itu metro anfaq memang tidak terlalu penuh, tak tau aku, ini agak beda dengan hari-hari biasa, mungkin karena panas menyengat yang beberapa hari ini melanda Kota Kairo sehingga para penduduk enggan untuk keluar rumah.

Anak yang di bawa oleh ibu tersebut masih tergolong belia, sekitar berumur lima tahunan. Sembari membaca-baca koran, sang ibu mengajari anaknya tulis menulis bilangan. "Sekarang tulis angka 7, 8 dan 9" celetuk si ibu mengajari anak perempuannya. Lalu si anak pun mengikuti perintah ibunya, dengan menuliskan angka tersebut pada sebuah kertas yang dibawanya. Tapi nampaknya si anak masih belum pandai menuliskan angka bilangan tersebut. Berkali-kali sang ibu berkata kepada anaknya "Gholath (salah)".

Pemandangan ini tak pelak menjadi perhatian para penumpang lain, karena seperti diketahui, suara orang Mesir sangatlah keras, walaupun itu ditujukan untuk anaknya sendiri yang duduk tepat disampingnya. Nah dari sinilah pemandangan yang sangat indah terjadi...

Duduk di depan ibu dan anak tadi, 4 orang gadis, 2 orang memakai cadar hitam dan 2 orang lagi tidak memakainya, hanya memakai kerudung biasa. 4 gadis tersebut nampaknya muslimah yang taat, itu terlihat dari penampilan baju dan tingkah lakunya. Tapi yang menarik adalah, 4 wanita muslimah tadi tak canggung sama sekali untuk menyapa ibu dan anak tadi yang merupakan org non muslim, bahkan mereka terlibat dialog yang cukup mesra. Nampaknya 4 gadis muslimah tadi melihat si ibu non muslim agak tergesa2 dalam mengajari anaknya menulis bilangan, dan itu terbukti dengan menangisnya si anak setelah agak dibentak oleh si ibu.

4 gadis muslimah tadi berdialog dengan sang ibu dan berusaha menenangkan si anak supaya berhenti menangis. Percakapan antara kedua belah pihak terlihat sangat harmonis, penuh rasa toleransi dan kerukunan, tak terlihat sama sekali dalam dialog tersebut bahwa mereka berbeda agama, walaupun penampilan dalam hal pakaian terlihat sangat mencolok perbedaannya. Akhirnya si anak berhenti menangis setelah dibujuk oleh 4 gadis muslimah tadi, mereka bilang sedari kecil memang harus belajar giat supaya kelak menjadi orang pandai dan bisa sekolah di universitas seperti kami.

begitulah indahnya hidup rukun antar agama di Mesir.... dalam hati kecilku aku bergumam... Subhanallah Ha Hua Dzal Islam..... (inilah Islam sebenarnya)

(terjadi di Metro Anfaq/sepur listrik, hari selasa, 26/8/08 sekitar pukul setengah 3 siang)

Baca Selengkapnya ...

Minggu, Agustus 24, 2008

ada sebuah lagu dari iwan fals yang patut kita renungkan.
lagu ini mengajak kita untuk selalu berkepribadian sosial, peka terhadap keadaan sesama dan menjauhi sikap rakus.
mari kita renungkan lagu ini... dan semoga kita tidak termasuk dalam golongan yang disebutkan pada bait kedua dari lagu ini

ini sairnya...

OPINIKU (by Iwan Fals)
Manusia sama saja dengan binatang... selalu perlu makan...
namun caranya berbeda dalam memperoleh makanan...
binatang tak mempunyai akal dan pikiran...
segala cara halalkan demi perut kenyang...
binatang tak pernah tau rasa belas kasihan...
tidak perduli buruan tertatih berjalan pincang...

namun kadang kala... ada manusia seperti binatang...
bahkan lebih keji... dari binatang...
tampar kiri kanan alasan untuk makan...
padahal semua tau dia serba kecukupan...
intip kiri kanan lalu uri jatah orang...
(tak) peduli sahabat kental kurus kering kelaparan...

Baca Selengkapnya ...

Sabtu, Mei 24, 2008

Pelajaran dari Seorang Tukang Sayur


Pelajaran dari Seorang Tukang Sayur

Sudah hampir 2 tahun aku tinggal di sebuah perkampungan yang bernama Zahra Wadihof Propinsi Helwan Egypt. Sejak September 2006 aku boyongan dari Madinat Nasr menuju kota nan jauh di pinggiran Cairo bagian selatan. Suasana yang aman, tenang dan ramah membuatku seakan tambah krasan hidup di Helwan. Suka duka jelas kami rasakan di sini. Hidup bersama hanya segelintir mahasiswa Indonesia sungguh merupakan pengalaman yang tak terhingga.

Ada sebuah hal kecil yang menarik di hati dan pantas kita jadikan pelajaran. Selama aku hidup di sini, setiap paginya banyak tukang sayur berseliweran menawarkan dagangannya. perlu diketahui bahwa rumah kami jauh dari pasar dan penduduk setempat bisa dikatakan golongan menengah ke atas, makanya di sini pedagang lebih proaktif memanjakan pembeli. Mereka setiap harinya berkeliling menawarkan barang sambil menanti sahutan dari pihak pembeli memanggilnya. Dengan suara yang sangat lantang mereka menawarkan barang, ada yang menawarkan isy (seperti roti khas arab yang dibuat dari gandum sebagai makanan pokok penduduk Mesir), ada yang menawarkan sayur, ada yang menawarkan buah-buahan, ada yang menawarkan gas elpiji, ada yang berteriak mencari barang2 bekas dan sebagainya. Yang menarik perhatianku dan sering saya amati adalah pedagang sayur. Aku tertarik mengamatinya karena sayur merupakan bahan pokok sehari-hari dan jumlah pedagangnya di sini relatif banyak serta banyak fenomena belakangan ini yang menimpa para pedagang sayur.


Sekarang ini, Ada beberapa pedagang sayur yang aku ketahui rutin menjajakan dagangannya. Mereka menyempatkan lewat di depan rumahku setiap harinya. Setiap pedagang sayur tersebut memiliki ciri khasnya tersendiri dalam bekerja, walaupun angkutan yang dipakai oleh mereka semuanya adalah sama, yaitu berupa sebuah gerobak dan ditarik oleh seekor keledai. Ciri khas pedagang sayur ini lah yang aku tertarik untuk mengamatinya. Ada yang bekerja sendirian berkeliling menawarkan sayur dan ini yang banyak terjadi, seorang lelaki berpakaian khas pedesaan Mesir, sambil naik gerobak terbuka berteriak lantang menawarkan sayur. Ada juga yang penjualnya adalah seorang ibu, ia ditemani anak laki2nya berkeliling menawarkan sayur, teriakan mereka adalah bergantian, kadang sang ibu kadang sang anak, walaupun suara sang ibu tidak sekeras si anak, tapi semangatnya sungguh luar biasa. Ada juga yang berkeliling jualan sayur sepasang suami istri, si suami bertugas berteriak dengan lantang menawarkan sayur, sedangkan si istri bertugas melayani pembeli nantinya jika ada seorang pembeli yang menghampiri. Ada juga yang bekerja sekeluarga, dan yang terakhir inilah yang menarik untuk diamati dan dijadikan pelajaran.

Sepasang suami istri bekerja dibantu oleh kedua anaknya. Si bapak dan ibu naik gerobak sedangkan kedua anaknya berjalan mengiringi. perlu diketahui di sini bahwa keledai, walaupun dia kuat sekali tapi jalannya sangat lamban, hampir sama dengan jalannya manusia, jadi tak heran jika si kedua anak disuruh berjalan sendiri, tentunya ini untuk mengurangi beban gerobak juga. Setiap dari mereka memiliki tugasnya masing-masing. Sang ayah bertugas berteriak lantang menawarkan sayur, ini kadang dibantu oleh anak laki2nya. Sang ibu bertugas melayani transaksi pembelian, sedangkan kedua anaknya bertugas mengantarkan sayur yang telah dibeli kepada pembelinya. Jadi seorang pembeli tidak perlu turun menghampiri pedagang tersebut, ia cukup melakukan transaksi secara lesan dan tak perlu keluar rumah. Perlu diketahui bahwa model perumahan yang ada di sini adalah model rumah susun atau flat. Satu gedung biasanya ada empat atau lima lantai, setiap lantainya ada 2 flat. dan setiap flat ini memiliki beranda atau balkon yang menghadap ke jalan. Jadi seseorang yang ingin membeli sayur, cukup berteriak di balkon tersebut dan melakukan transaksi secara lesan.

begitulah, pembagian tugas yang sedemikian apik guna memudahkan para pembeli. Hal lain yang tak kalah menarik adalah kedisiplinan yang dimiliki pedagang sayur sekeluarga tersebut. Pengamatanku sehari-hari meyakinkan bahwa kedisiplinan mereka sungguh luar biasa. Selama aku di sini, setiap hari mereka pasti lewat depan rumahku sekitar pukul setengah 11 pagi. Mereka tak peduli buruknya cuaca, setiap hari mereka disiplin bekerja. perlu diketahui bahwa di mesir ini jika musim dingin, suhu terendah bisa mencapai 4 drajat Celcius, dan jika musim panas, suhu tertinggi bisa mencapai 42 drajat Celcius. Ketahanan dan kedisiplinan mereka sungguh perlu kita jadikan pelajaran.

Hal lain yang menarik dari tukang sayur ini adalah terjaminnya kualitas barang. Memang, pedagang sayur yang ini terkenal menawarkan harga yang lebih mahal daripada para pedagang lain, tapi harga mahal tersebut karena kualitas yang benar2 dijamin. Sayur segar setiap harinya mereka bawa untuk ditawarkan kepada pembeli. Walaupun pembeli tidak melihat sayur tersebut karena mereka tak perlu turun dan tak perlu keluar rumah untuk membelinya, tapi ketika sayur tersebut dihantarkan kepadanya, tak ada yang merasa komplain, karena memang pedagang jujur dan kualitas barang yang dijamin 100 persen. Harga agak mahal yang ditawarkan sumbut dan pas sesuai dengan kualitas barang.

Begitulah, sedikitnya ada 4 hal yang menarik dan menjadi ciri khas pedagang sayur yang satu ini. Pertama, keuletan dan ketekunan dalan bekerja. Kedua, kedisiplinan dalam bekerja. Ketiga, kejujuran dan kualitas barang yang terjamin dan keempat, service yang memuaskan bagi pembeli. Keempat hal inilah yang saya catat dalam pengamatan saya terhadap tukang sayur yang satu ini.

Hal yang sangat mencengangkan bagiku adalah sekitar satu minggu yang lalu, saya lihat mereka tidak lagi menggunakan gerobak kayu yang ditarik oleh keledai, tapi pedagang sayur ini telah menggunakan sebuah gerobak besi yang ditarik oleh sepeda motor. Subhanallah dalam hati saya, lalu saya teringat dengan hadis Nabi Saw, bahwa Allah lebih menyukai hambanya yang bekerja karas secara tekun dan ulet (Innallaha Yuhibbu Idza 'Amila ar Rajulu an Yutqinahu Au Kama Qola Rasulullah Saw). Itulah peningkatan dahsyat bagi tukang sayur tersebut, sedangkan tukang sayur lain masih setia dengan gerobak keledainya, bahkan ada yang sudah tidak beroperasi lagi, mungkin karena kehabisan modal seiring melambungnya harga barang belakangan ini.

Perubahan luar biasa dari tukang sayur tersebut perlu kita jadikan pelajaran. Bahwa kerja keras, disiplin, jujur dan service yang memuaskan adalah senjata utama bagi para pekerja dan itulah yang dianjurkan oleh Islam. dan itu terbukti dengan peningkatan luar biasa, dari gerobak keledai menjadi gerobak motor dan di lain waktu mungkin akan menjadi mobil angkut. Suara lantang yang selalu aku dengar setiap paginya adalah "Amru Ya Uto, Kibir Ya Batotis, Sobah Ya Manufia, Filfil Rumi Ya Filfil, Bita`it Talaghat Ya Khiyar" (maksudnya dia sedang menawarkan tomat, kentang, dedaunan sayur, lombok dan timun). Semoga bermanfaat

Baca Selengkapnya ...

Jumat, Mei 16, 2008


Mempersiapkan Belajar di Universitas Al-Azhar Mesir

Bagi para pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan belajar di Universitas Al-Azhar Mesir, maka bisa mengikuti ujian yang diadakan di Depag. Ada dua pilihan dalam ujian tersebut. Bisa memilih program beasiswa Depag yang nantinya akan mendapat beasiswa dari Azahr secara langsung. Bisa juga memilih program biasa tanpa beasiswa atau istilahnya terjun bebas. Tapi kedua program ini harus melalui mekanisme ujian yang diadakan di Depag. Kedua program tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Program Beasiswa kelebihannya jelas, kita akan mendapat beasiswa langsung dari azhar ketika sudah sampe di Mesir dan ada biaya pemberangkatan tersendiri, jadi kita tak perlu banyak mengeluarkan biaya. Tapi ujian program ini jelas lebih susah dibanding program biasa dan harus menyisihkan banyak saingan. Program beasiswa ini juga memiliki kekurangan bahwa biasanya pemberangkatan menunggu proses selama setahun. Sedangkan program kedua atau terjun bebas maka kalau ujian kita lulus kita bisa langsung berangkat ke Mesir, tapi kocek yang dikeluarkan juga besar, karena harus dengan biaya sendiri dan nantinya di Mesir belum terjamin mendapat beasiswa. Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai Ujian depag tersebut bisa di download di sini atau bisa dibuka di situs ini

Setelah yakin bahwa kita benar-benar ingin belajar di Al-Azhar Mesir, maka perlu dipersiapkan beberapa hal berikut;


1. Usahakan menguasai bahasa Arab dengan baik. perlu diketahui bahwa Mesir adalah salah satu negara Arab, maka bahasa pengantarnya adalah bahasa Arab. Begitu juga dalam sistem belajar, semuanya memakai bahasa Arab. Hal pertama yang harus kita perhatikan jika ingin belajar di Azhar adalah penguasaan yang baik terhadap bahasa Arab. tanpa hal ini kita akan kerepotan sendiri. Oleh sebab itu usahakan sejak di Indonesia kita telah menguasai bahasa Arab, baik untuk memahami teks Arab, maupun menulis dalam bahasa Arab. Masalah Bahasa Arab ini telah dibahas dalam blog ini... silahkan cari dan baca... Sedangkan untuk bahasa pergaulan yang dipakai di Mesir ini bukanlah bahasa buku melainkan bahasa Amiyah (pasaran) mempunyai ciri khasnya tersendiri. Dan anda mengetahuinya secara persis nanti ketka bergaul dengan masyarakat Mesir. Untuk sekedar pengetahuan, bahasa Amiyah Mesir sudah pernah di bahas dalam blog ini, silahkan dicari di arsip dan dibaca.

2. Hal lain yang perlu dipersiapkan jika ingin belajar di Azhar adalah hafalan Al-quran. Perlu diketahui bahwa Azhar mewajibkan mahasiswanya untuk menghafal Al-quran. Untuk mahasiwa asing seperti indonesia, hafalan Alquran wajib adalah 2 juz setiap tingkatan atau 2 Juz alquran setiap tahunnya. Walaupun hafalan ini hanya 2 juz setiap tahun, tapi jangan dianggap remeh, banyak diantara mahasiswa di sini yang gagal naik kelas hanya karena tidak hafal 2 Juz tersebut. Oleh sebab itu usahakan sejak di Indonesia kita telah menghafal Alquran dan kalau bisa lagi kita mempersiapkan hafal 8 juz dimulai dari awal Alquran. Ini untuk bekal kita belajar di Azhar selama 4 tahun. Hafalan ini akan sangat memnbatu sekali nantinya ketika menghadapi masa ujian. Jika kita telah hafal jatah Alquran tersebut maka kita bisa berkonsentrasi untuk belajar materi lain.

3. Hal lain yang sangat perlu mendapat perhatian bagi teman2 baru yang akan melanjutkan belajar di Mesir adalah mempersiapkan mental dan melatih kesabaran. Jangan belajar di Mesir ini enak, administrasi di Mesir tidak bisa dikatakan baik, semua penuh dengan kesemrawutan dan nantinya anda akan merasakannya sendiri. Maka jika memang ingin belajar di Mesir, persiapkan mental dan latih juga kesabaran sehingga nantinya ketika sampai di Mesir ini tidak kaget dan tidak kecewa serta tidak terlalu menggerutu ketika nantinya menghadapi kesemrawutan yang ada di Mesir.
Mengenai perilaku orang Mesir telah dibahas dalam blog ini. silahkan dicari dan dibaca....

Ketiga hal tersebut adalah hal penting yang bersifat non materi yang perlu dipersiapkan sejak dini. Adapun hal lain yang bersifat materi, silahkan mempersiapkannya masing-masing berdasarkan kemampuan materinya. Bagi yang mengikuti
program beasiswa Depag mungkin tidak terlalu banyak biaya yang perlu dipersiapkan karena nantinya dia di Mesir telah ada jatah beasiswa setiap bulannya, dan bagi dia telah disediakan asrama milik Universitas Azhar. Tapi perlu diketahui bahwa beasiswa yang diterima dari Azhar setiap bulannya ini, untuk sekarang ini dapat dikatakan sangat sedikit. Dan tak cukup lagi untuk membiayai hidup setiap bulan. Beasiswa tersebut, bagi yang tidak tinggal di asrama adalah sebesar 160 pond Mesir dan itu tak cukup lagi untuk hidup sebulan. Ini seiring dengan keadaan Mesir yang dilanda krisis, semua barang2 naik. Sedangkan bagi yang tinggal di asrama, maka ada jatah makan dan setiap bulannya ia mendapat beasiswa sekitar 95 pond Mesir.

Sedangkan bagi mahasiswa non beasiswa atau terjun bebas, maka sebaiknya mempersiapkan saku berlebih, sebagai modal awal hidup di Mesir. Perlu diketahui bahwa harga kos sekarang mahal, biaya hidup juga mahal dan anda belum terjamin beasiswa di sini. Memang benar banyak nantinya yayasan2 yang ngasih beasiswa, tapi ini biasanya setelah melihat hasil ujian kita. Jika hasil ujiannya baik maka kemungkinan untuk mendapat beasiswa juga besar. Dan ini akan kita ketahui setelah hasil ujian turun, dan itu memerlukan waktu setahun. Maka bagi yang terjun bebas harus mempersiapkan saku minimal untuk hidup setahun.

Standar kebutuhan mahasiswa selama sebulan berbeda-beda, tapi berdasarkan apa yang dialami penulis selama ini, untuk sekarang ini kita memerlukan uang sekitar USD 75 untuk setiap bulannya. Itu adalah angka standar bagi mahasiswa yang tidak mempunyai beasiswa. Tapi angka ini hanya berlaku bagi cowok, sedangkan untuk cewek biasanya angka ini tidaklah cukup karena tau sendiri kebutuhan cewek berlebih dari pada cowok hehe... Tapi kalau kita mau benar2 hidup sederhana di Mesir, Insya Allah angka USD 50 cukup untuk hidup sebulan, tapi ya.. itu ngepres banget.. hehe

Peralatan lain semacam alat mandi, dapur, cuci dan sebagainya, tidak usah dibawa dari Indonesia, karena di Mesir ini insya Alloh telah ada semua. Yang paling penting untuk dibawa adalah oleh2 khas atau makanan khas indo karena teman2 lama di Mesir ini biasanya kalau datang masa mahasiswa baru, yang dilirik pertama adalah oleh2 khas dari indo hehe ... (canda aja..)

Perlu diperhatikan juga bagi cewek, sebaiknya mempersiapkan pakaian dari indonesia. Bawalah pakaian yang cukup dari Indonesia karena postur cewek Mesir berbeda dengan postur cewek Indo. Jadi nantinya anda kesulitan untuk mencari pakaian yang cocok untuk postur tubuh anda.

Yang paling penting bagi mahasiswa baru adalah yakinkan diri anda untuk belajar di Mesir. Mesir ini adalah gudangnya ilmu keislaman, tekunlah dalam belajar dan bersungguh-sungguhlah dalam menuntut ilmu. Jangan biarkan anda terlena dengan kehidupan di Mesir, sebab anda akan rugi nantinya... jika sudah di mesir ternyata tidak mendapatkan apa2... Semoga Bermanfaat

Baca Selengkapnya ...